Category: Uncategorized


Prambanan Ekspress

Hal berikut terjadi di dalam kereta Prambanan Ekspres (Prameks) yang aku tumpangi beberapa waktu lalu. Kereta yang membawaku dari kota Kutoarjo menuju Jogjakarta. Suatu pilihan alat transportasi yang relatif baru tapi segera menyedot perhatian banyak orang. Ada sedikit rasa penasaran ketika aku menjejakkan kaki naik ke dalam kereta ini. Gerbongnya sudah berubah dari kali pertama diluncurkan sebelas tahun silam. Dulu dengan lokomotif BB dan dirangkai dengan dua atau tiga gerbong penumpang yang telah direstorasi. Sekarang dengan empat sampai enam kereta rel diesel, meski bekas dan telah direstorasi di dalam negeri. Tidak mengecewakan, bersih, tidak pengap dan tidak panas. Dulu tiket seharga Rp 2.500, sekarang Rp 7.000 untuk Jogjakarta-Kutoarjo dan Jogjakarta-Palur. Untuk Kutoarjo-Palur harga tiket Rp 14.000.
Tidak ada penumpang terlihat memegang rokok yang berasap alias tidak ada orang yang merokok. Mungkin ada juga yang mengabaikan himbauan ini, mungkin hanya satu atau dua orang yang merokok dalam satu hari. Telah disediakan tempat sampah yang memadai di setiap kereta, dan penumpangpun mulai sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Meski agak jauh, penumpang tidak membuang sampah melalui jendela. Toh berjalanpun tidak akan sempoyongan.
Ada yang kurang meskipun tidak terlalu dikeluhkan dan bahkan jarang yang membicarakan. Tempat duduk yang solid, sehingga bagi beberapa orang akan terasa keras. Satu lagi, tempat pegangan bagi penumpang berdiri terlalu tinggi untuk kebanyakan penumpang. Padahal kereta ini penuh sesak di pagi hari, baik dari arah Kutoarjo atau dari Solobalapan. Tidak jarang penumpang berdiri tidak kebagian pegangan. Luar biasa kan? Resiko terjatuh dalam perjalanan sih belum ada, hanya saja agak berkurang kenyamanannya.
Tidak usah takut kehausan dalam perjalanan. Dalam kereta ini ternyata sudah ada restoran berjalan mini. Memang yang ditawarkan hanya air minum kemasan, minuman ringan, makanan ringan, permen, dan koran. Jangan ditanya soal harga, sudah tentu berbeda dengan yang dijual di toko sebelah rumah. Berjalan dalam sebuah kereta dorong dengan dua orang penjual, yang akan berjalan di sepanjang rangkaian. Pernah sekali waktu aku teliti satu per satu tanggal kedaluwarsanya. Ternyara tidak ada satupun yang lewat dari tanggalnya, mepet pun tidak. Aman kan?
Satu jam kurang untuk satu kali jalan dari Jogjakarta ke Solobalapan atau ke Kutoarjo. Kalau dibandingkan dengan bus antar kota jelas sekali perbedaannya. Dari sisi waktu akan menghemat setengah sampai satu jam, sedang dari segi harga ada selisih antara empat sampai lima ribuan. Murah meriah bagi mahasiswa dan karyawan, tepat waktu lagi. Kenyamanan dan keamanan semakin menjadi kebutuhan dan ternyata tidak perlu mahal. Dengan adanya tambahan kereta di hari Jumat, Sabtu dan Minggu semakin dapat mengurangi beban Prameks dan dapat memberi lebih banyak pilihan akan jam keberangkatan bagi penumpang. Bahkan pada hari minggu dioperasikan kereta Prameks Eksekutif untuk jalur Jogjakarta-Solobalapan. Kereta ini dirangkai dengan Argo Lawu dan Taksaka.
Kecelakaan yang terjadi di awal bulan Juli ini menjadi catatan tersendiri bagi para penggemar. Tetapi mereka tidak terlalu mempersoalkan. Para fans ini lebih tertarik kepada kebersihan, kenyamanan dan ketepatan waktu. Kecelakaan adalah hal yang lain. Keamanan atas barang pribadi? Sudah pasti bila ada kasus kehilangan mereka akan berteriak nyaring. Dan semoga hal ini tidak terjadi.
Di antara penumpang terlihat ada yang bertegur sapa, sudah terlihat akrab, bermain dengan handphonenya, bengong, bahkan tidur. Apa yang dapat kita lihat? Sebenarnya tidak perlu mahal untuk dapat mencari teman. Bahkan siapa tahu dari perkenalan dengan sesama pengguna kereta ini akan tercipta banyaknya orang yang dapat menjadi tempat berbagi, bersama membangun diri, ataupun mendapatkan rejeki lain.

Hello world!

BERSANDAR PADA KEHENDAK SANG PENGUASA ALAM SEMESTA

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.